Minggu, 07 Juni 2020

Strategi pemulihan perekonomian pasca covid-19


Indonesia merupakan Negara yang berpotensi tinggi terhadap perekonomian, kini potensi Indonesia tengah diperhatikan oleh dunia Internasional.  Indonesia merupakan Negara yang memiliki perekonomian terbesar di Asia Tenggara dan terbesar di Asia setelah China dan India.  Berbagai karakteristik yang ada, telah menempatkan Indonesia pada posisi yang bagus untuk mengalami perkembangan ekonomi yang lebih pesat. Indonesia pernah mengalami gejolak politik dan sosial yang hebat pada tahun 1960an. Pada saat itu Indonesia dalam pimpinan presiden Soekarno. Setelah bergantinya kepemimpinan dari Soekarno kepemimpinan Soeharto, Indonesia melakukan restrukurisasi tata kelola fiskal selama 2 dekade. Selama 2 dekade tersebut perkonomian Indonesia ditompang dari berbagai kegiatan sektor Industri dan sektor perdagangan yang berbasis ekspor, dengan menggerakkan perekonomian di Indonesia sehingga Indonesia masuk kedalam salah satu The East Asia Miracle pada tahun 1990an. Hal tersebut membuat Indonesia mampu dalam menciptakan stabilitas sosial, politik, dan pertahanan keamanan yang menjadikan fondasi ekonomi yang kuat untuk menghasilkan pembangunan dan pertumbuhan perekonomian yang tinggi dengan ditompang oleh sektor industri manufaktur yang berbasis ekspor dan industri pengelolaan sumber daya alam.

Indonesia juga pernah mengalami Krisis moneter pada bulan juli tahun 1997. Hal tersebut  telah menimbulkan kepanikan ekonomi didunia yang seakan-akan runtuh. Krisis ini berlangsung selama 2 tahun dan berubah menjadi krisis ekonomi. Banyak perusahan-perusahaan tersebut tutup mengakibatkan banyak karyawan yang diPHK dan semakin banyak orang yang kehilangan pekerjaan dengan akhirnya menjadi pengangguran. Namun krisis tersebut telah teratasi dengan dilakukannya operasi pasar guna controlling harga dipasar, melakukan penentuan penentuan harga yang ada dipasaran, memperketat neraca perdagangan, dan menambahkan peredaran uang yang ada di masyarakat.

Tahun ini tidak hanya di Indonesia namun di beberapa Negara lain juga terkena musibah pandemic covid-19. Covid-19 ini merupakan virus yang berbahaya, virus ini menyerang sistem pernapasan. Virus ini mengakibatkan gangguan ringan mulai dari sistem pernapasan, infeksi pada paru-paru hingga dapat menyebabkan kematian. Virus ini dapat menyerang segala usia mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa hingga tua. Seseorang yang gampang tertular dari virus ini adalah orang yang memiliki imun rendah. Virus ini ditemukan pertama kali dikota Wuhan, China pada bulan Desember 2019. Kemudian virus ini menular dengan sangat cepatnya ke berbagai Negara. Gejala yang ditimbulkan dari covid-19 ini sangat menyerupai dengan gejala flu yaitu demam, batuk, pilek, sakit kepala dan sakit tenggorokan. Gejala tersebut dapat hilang dan sembuh, tetapi bisa juga malah semakin memberat.  Virus ini dapat menempel ditubuh manusia akibat tidak sengaja telah menghirup percikan dari ludah seseorang yang terkena covid-19. Memegang area mulut atau hidung setelah memegang benda yang terkena percikan ludah dari seseorang yang terkena covid-19 tanpa mencuci tangan menggunakan sabun terlebih dahulu. Melakukan kontak berjarak dekat dengan seseorang yang terkena covid-19.

Covid 19 ini sangat berdampak terhadap pereknomian, tidak tanggung-tanggung covid-19 ini mempengaruhi banyak sektor. Mulai dari yang dikategorikan high impact, medium impact, dan low impact. Yang dikategorikan High Impact meliputi Pariwisata (Hotel, restaurant, transportasi, agen perjalanan), manufaktur (Tekstil, kimia, plastik), Bahan bangunan, alat berat, Properti &konstruksi serta farmasi. Untuk kategori medium impact meliputi multifinance, otomotif, pusat perbelanjaan, peternakan, perikanan, distribusi/retailer non-essential goods, komoditas (perkebunan, tambang, logam, logam, mineral). Terakhir, yang termasuk kategori low impact meliputi kemasan, e-commerce, pembangkit listrik, alat kesehatan, makanan pokok, distribusi/retailer essential goods, cigarette/tobacco, IT/Communication. Jika sebelumnya krisis moneter yang berhasil memporak porandakan perekonomian di Indonesia itu dikarenakan oleh aktivitas perbankan. Maka covid-19 ini diakibatkan karena virus yang menyerang kesehatan yang berhasil menularkan ke banyak orang. Krisis moneter yang berhasil memporak porandakan perekonomian di Indonesia saja dapat terselesaikan. Maka dampak perekonomian yang diakibatkan karena covid-19 ini juga dapat diatasi.

Cara mengatasi permasalahan perekonomian yang ditimbulkan karena pandemic covid-19 ini yaitu dimulai dari akar rumput. Strategi hibernasi dapat dilakukan yaitu memberikan bantuan keuangan kepada para pekerja, memberikan subsidi upah kepada para pekerja, memberikan kembali tunjangan-tunjangan yang pernah mati. Hal tersebut dilakukan guna untuk mempertahankan karyawan agar tidak pergi satu persatu dari perusahaan tersebut, sehingga perusahaan dapat melakukan operasionalnya seperti semula dan para pekerja dapat bekerja dengan semestinya tanpa ada hasutan-hasutan belum mendapat tunjangan dan sebagainya.  Mengunakan uang kas Negara untuk membantu UKM dalam membangun usahanya lagi. Jika akan menerapkan sistem itu, pemerintah harus tetap memperhatikan dan mengontrol utang Negara. Karena dilihat utang Negara Indonesia ini telah mencapai Rp 5,536 Triliun. Bukan berarti akan membangun perekonomian yang sempat terporak porandakan karena pandemi covid-19 tetapi tidak memperhatikan akan utang Negara. Jika utang Negara semakin banyak juga akan mempengaruhi pembangunan nasional. Indonesia juga perlu meningkatkan kualitas dari tiap individu agar melek terhadap teknologi, karena teknologi selalu berdampingan dengan kita dan semakin bertumbuhnya kemajuan zaman maka teknologi akan semakin canggih. Jika kita tidak melek akan teknologi maka akan jauh tertinggal dan bisa juga manusia akan terkalahkan oleh teknologi tersebut. Menjaga sarana dan prasarana khususnya transportasi-trnsportasi baik darat, laut maupun udara. Karena semenjak lockdown banyak transportasi-transportasi yang belum diperbolehkan jalan. Maka dari itu diperlukan perawatan-perawatan akan mesinnya, karena ditakutkan terdapat mesin-mesin yang rusak dan sebagainya. Mengalokasikan dana pasar modal juga dapat membantu mengatasi permasalahan ekonomi yang disebabkan pandemic covid-19. Indonesia juga harus memperbaiki hubungan ekspor dengan Negara lain, dan tentunya harus memperbaiki proyek-proyek yang sempat terhentikan. 

Jadi, setiap segala permasalahan baik perekonomian atau apapun itu pasti aka nada jalan keluarnya. Tergantung bagaimana cara mengatasi permasalahan tersebut. Untuk mengatasi permasalahan perekonomian akibat ditimbulkannya karena pandemic covid-19 ini yang paling tepat yaitu menyelesaikan dari akar permasalahan tersebut. Jika akar permasalahannya telah terselesaikan maka akan dengan mudah menyelesaikan dampak yang ditimbulkan.

Sumber Referensi

 

Lepi, T Tarmidi. Krisis Moneter Indonesia : Sebab, Dampak, Peran IMF, dan Saran diakses melalui https://scholar.ui.ac.id/en/publications/krisis-moneter-indonesia-sebab-dampak-peran-imf-dan-saran  pada Selasa, 19 Mei 2020

Wikipedia. Ekonomi Indonesia yang diakses melalui https://id.m.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_Indonesia pada Selasa, 19 Mei 2020

Australia, ABC. 2020. Strategi Ekonomi Beberapa Negara hadapi Wabah Virus Corona yang diakses melalui https://www.vivanews.com/bisnis/ekonomi/43527-strategi-ekonomi-beberapa-negara-hadapi-wabah-virus-corona pada Rabu,20 Mei 2020

2020. Utang Pemerintah Tembus Rp 4.817,5 Triliun hingga januari 2020 yang diakses melalui https://m.liputan6.com/bisnis/read/4183124/utang-pemerintah-tembus-rp-48175-triliun-hingga-januari-2020 pada Rabu, 20 Mei 2020

4 Hal Ini Bisa Tingkatkan Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi Lakukan Yuk! yang diakses melalui https://koinworks.com/blog/pembangunan-ekonomi/  pada Rabu, 20 Mei 2020


2 komentar:

Strategi pemulihan perekonomian pasca covid-19

Indonesia merupakan Negara yang berpotensi tinggi terhadap perekonomian, kini potensi Indonesia tengah diperhatikan oleh dunia Internasion...